Setuju Sukses

Setuju gk mwu sukses…? setujuuuu

et, baca dulu kiat-kiat suksesnya

Anda Pasti Bisa……Orang Lain ja Bisaaaa…

 

KIAT-KIAT MENJADI WIRAUSAHA MUDA

Oleh : MERDI HAJIJI, SE, MSi

 

SIE STAN – STMIK IM

TAHUN 2009

 

PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN

1. Kiat-Kiat Menjadi Wirausaha

•              Pengertian wirausaha terdiri dari dua suku kata : wira  dan usaha. Wira berarti orang yang gagah berani, teladan, berbudi luhur,berjiwa besar, pemimpin. Usaha berarti berbuat sesuatu, melaksanakan, mengorganisir, untuk mencapai suatu tujuan.

•              Kewirausahaan adalah cara berpikir dan berbuat untuk menemukan peluang-peluang baru yang dapat memberikan manfaat bagi dirinya dan masyarakat.

•              Kewirausahaan bukan keturunan akan tetapi dapat dihasilkan melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan pelatihan kewirausahaan meliputi dua aspek yaitu pendidikan mental dan kemampuan atau keahlian.

•              • Sikap mental dan kemampuan yang harus dimiliki :

•      1. Bersifat visioner, dapat melihat jauh kedepan. Dengan mempelajari lingkungan dan perubahan-perubahannya sehingga dapat menemukan peluang-peluang baru.

•      2. Kreatif dan Inovatif, yaitu kemampuan untuk menemukan cara baru baik dalam memproduksi, memasarkan produk, dengan selalu mengajukan pertanyaan apakah dapat dirubah prosesnya, bentuknya, penampilannya, ukurannya. Sifat kreatif dan inovatif selalu mencari kemungkinan­kemungkinan baru yang lebih baik, lebih bermanfaat. Sehingga dengan sifat kreatif dan inovatif dapat menemukan peluang-peluang baru yang lebih bermanfaat.

•      3. Berorientasi kepada kepuasan konsumen. Seorang wirausaha selalu memperhatikan kepuasan konsumen sehingga karena sikapnya konsumen menjadi pelanggan tetap. Keunggulan produk dalam memenuhi kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Semboyannya : Ikatlah para pelanggan dengan produk yang memuaskan konsumen yaitu cita rasa, penampilan, dan kinerjanya.

•      4. Berorientasi kepada laba dan pertumbuhan. Laba merupakan sarana untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, pemilik perusahaan, untuk perluasan usaha. Dimata seorang wirausaha laba dianggap sebagai hasil dari kreativitas dan inovasi. Perusahaan yang dikelola berdasarkan kewirausahaan memiliki rencana pertumbuhan yaitu dengan memanfaatkan laba dan sumber-sumber yang berasal dari luar.

•      5. Berani menanggung risiko, seorang wirausaha akan mengelola risiko dengan penuh perhitungan. Risiko yang terlalu besar akan dihindari hanya risiko yang telah diperhitungkan yang akan dijalani.

•      6. Berjiwa kompetisi. Seorang wirausaha menganggap persaingan sebagai suatu hal yang normal dan akan berusaha untuk memenangkan persaingan dengan menghasilkan produk yang terbaik dengan biaya yang efisien.

•      7. Cepat tanggap dan gerak cepat. Dalam pandangan seorang wirausaha yang pasti adalah ketidakpastian dan yang tetap adalah perubahan. Perubahan atau ketidakpastian itu harus disikapi dengan sikap yang responsif, cepat tanggap, cepat membuat keuputusan yang tepat.

•      8. Berwirausaha sebagai bagian dari ibadah. Kepuasan seorang wirausaha apabila usahanya menciptakan lapangan kerja, penghasilan baru, menerapkan inovasi sehingga produk/jasa yang dihasilkan memuaskan pelanggan.

 

II. Kesalahan Berpikir yang Haus Dihindari oleh Calon Wirausaha

1. Mitos/Anggapan “Terlalu muda untuk menjadi wirausaha”. Banyak wirausaha yang sukses dimulai pada usia muda. Di Amerika Serikat Bill Gates yang mendirikan Microsofts, di Indonesia Susi Pudjiastuti, dan lain-lain. Yang terpenting bukan umur tetapi gagasan, kreativitas, semangat, ketekunan dan lain-lain.

2. Mitos/Anggapan ”Terlalu tua untuk menjadi wirausaha”. Sebenarmya tidak ada kata terlambat untuk menjadi wirausaha yang penting kesehatan, semangat, visi dan gagasan. Kegiatan wirausaha sering mendorong peningkatan kesehatan/kebugaran karena harus berpikir, belajar mengambil keputusan dan lain-lain. Kewirausahaan sering mendorong kegairahan hidup, bukan sebaliknya.

3. Mitos/Anggapan ”Tidak punya modal”. Dari hasil penelitian banyak wirausaha yang memulai usahanya dari modal seadanya, tetapi kemudian dapat memupuk modal baik yang berasal dari dalam maupun luar. Modal pertama yang diperlukan adalah gagasan. Dengan gagasan yang kemudian dituangkan kedalam perencanaan usaha, setelah uji kelayakan. Merupakan kekayaan/asset untuk menarik perhatian investor, perbankan, dan lain-lain.

4. Mitos/Anggapan ”Tidak punya pengetahuan/pendidikan”. Tidak memiliki pengetahuan dan pendidikan bukan perintang untuk menjadi wirausaha. Menjadi wirausaha belajar sambil bekerja. Belajar sambil bekerja berarti memanfaatkan pengalaman baik yang berupa kegagalan maupun keberhasilan. Pembelajaran merupakan sumber yang paling uatama untuk pertumbuhan.

5. Mitos/Anggapan ”Tidak punya bakat”. Bakat dibentuk oleh lingkungan dengan mempraktekkan kewirausahaan, sifat kewirausahaan akan tumbuh. yang penting selalu berpegang kepada mental wirausaha, ”kegagalan adalah sukses yang tertunda”, pantang menyerah dan lain – lain.

6. Mitos/Anggapan ”Tidak mempunyai garis keturunan”. Menjadi wirausaha sukses tidak ditentukan garis keturunan. Jiwa kewirausahaan bukan warisan dari orang tua. Jiwa kewirausahaan harus ditekuni sendiri.

7. Mitos/Anggapan ”Takut gagal”. Untuk meminimalkan kegagalan seorang wirausaha sudah mempersiapkan uahanya seteliti mungkin setiap risiko dalam aspek produksi, pemasaran, keuangan sudah dikaji terlebih dahulu. Seorang wirausaha akan menggunakan tim untuk setiap kemungkinan menghadapi kegagalan. Walaupun usahanya gagal, tetapi jiwa wirasahanya akan tetap hidup.

 

III. Kiat-Kiat untuk Mengindari Kegagalan dan Memperbesar Kesuksesan Dalam Usaha (Untuk UKM)

•              Usaha mendirikan perusahaan sering dihadapkan kepada dua kemungkinan yaitu kegagalan dan keberhasilan.

•              Salah satu sifat seorang wirausaha dapat menyikapi kegagalan dengan memperhatikan faktor-faktor penyebabnya.

•              Faktor-faktor penyebab kegagalan dapat bersumber dari dalam/internal atau dari luar/eksternal.

•              • Faktor-faktor Internal antara lain :

.       Ketidaktelitian/ketidakcermatan

.       Kecerobahan

.       Kelalaian

.       Tergesa-gesa memutuskan

.       Tidak mau belajar dari kegagalan orang lain

.       Terlalu mudah percaya pada orang lain, dan lain-lain

.               • Faktor kegagalan yang berasal dari luar/eksternal :

.       Sumber daya yang tidak memadai, baik kualitas maupun kuantitas

.       Bencana alam

.       Kenaikan harga barang-barang yang tidak terduga

.       Pengaruh ekonomi global

.       Perubahan kebijakan pemerintah dalam berbagai hal, dan lain-lain.

.               • Cara positif memandang kegagalan :

.       Kegagalan adalah pelajaran berharga untuk tidak diulangi lagi

.       Kegagalan harus dapat menjadi motivasi agar mau maju terus

.       Anggaplah kegagalan itu sebagai sukses yang tertunda

.       Percayalah wirausaha-wirausaha sukses pasti pernah mengalami kegagalan, tetapi mempunyai kemampuan untuk bangkit kembali.

.       Kegagalan harus dijadikan bahan evaluasi diri dan dikaji sebab-sebanya, lalu disusun strategi untuk meminimalkan kegagalan, dan lain-lain.

.               • Strategi menyiasati kegagalan adalah dengan mengadakan perencanaan usaha yang cermat mengenai :

.       Perkembangan pasar

.       Persaingan

.       Sumberdaya manusia

.       Teknologi

.       Proses produksi

.       Keuangan, rugi-laba, arus kas.

.       Pasokan bahan baku, dan lain-lain

•              Perencanaan usaha sering dievaluasi, diantisipasi adanya kemungkinan faktor-faktor risiko.

•              Lakukan kontrol untuk semua aspek perencanaan

•              Hindarilah hal-hal yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku

•              Didalam berusaha kegagalan dan risiko merupakan hal yang wajar. Bagi seorang wirausaha ketidakwajaran apabila tidak dapat mengatasi risiko dan kegagalan.

 

VI. Kesimpulan Mengenai Kewirausahaan

 

1.    Kewirausahaan bukan bakat atau keturunan, juga bukan mistik. Kewirausahaan bisa dihasilkan.

2.    Kewirausahaan bermanfaat bukan saja bagi seseorang yang membuka usaha tetapi juga bagi seorang karyawan, manajer, pegawai pemerintah. Karena mempraktekkan kewirausahaan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bukan saja bagi dirinya tetapi bagi semua yang berkepentingan.

3.    Indonesia memerlukan wirausaha-wirausaha baru, setiap tahunnya. diperkirakan diperlukan empat juta wirausaha, sehingga tercipta 40 juta lapangan kerja dan kenaikan pendapatan perkapita sepuluh kali lipat dari sekarang.

4.    Kewirausahaan bukan sekedar keterampilan, atau penguasaan teknologi. Tetapi lebih bersifat masalah mental yang terbentuk melalui proses, pengalaman dan tantangan.

5.    Menjadi wirausaha tidak dapat disuruh atau berdasarkan instruksi tetapi berdasarkan motivasi dari dalam diri yang dipicu karena ada pendidikan/pelatihan, penyediaan dan infrastruktur termasuk perundang­undangan yang memfasilitasi tumbuhnya usaha-usaha baru.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: